Tuesday, November 11, 2008

apa ini?

Magrib, bintang siang hari sudah ngantuk. Orang masih ngomongin, balok, beam, kolom, duh.... puyeng Bongkar semua, pasang lagi. Wekk....

Aku tadi lihat catatan dari seorang yang aku tau namanya. bukan catatan pribadi dengan kata-kata yang tak diketahui maknanya, tapi dia bisa menjentikkan kata-kata seperti saat seorang puisikus mencari kedamaian dalam rangkaian kata-katanya. Aku jadi ingat saat dulu masih kuliah, saat masih menjadi seorang anggota komunitas commuter. Banyak waktu yang kuhabiskan di kereta jabotabek itu. Menulis rangkaian kejadian yang terlihat di mata. Mulai dari sosok penjaja makan, pengamen, sampai gadis-gadis manis yang membuat hati ini terpana. Tapi satu yang kuingat, aku melihat isi dari gerbong-gerbong yang kunaiki. Kulihat betapa tiap orang berusaha berpegangan di tiang-tiang kereta saat kendaraan itu berguncang. Aku sekarang berpikir, kenapa dibuat seperti itu?...

Ah… hanya satu dari sekian banyak pikiran yang kumiliki. Banyak hal yang membuat kepala ini berpikir keras tentang hal-hal yang seharusnya bisa diantisipasi (hek! Diantisipasi! Aku aja perlu berulang kali nulis kata itu supaya ejaannya betul…). Desain sudah menjadi jalan hidupku yang sebenarnya bukan pilihan yang kupilih dengan sengaja. Tetapi aku menjadi orang yang setiap hari berkutat dengan desain. Makin lama aku menjadi terbiasa dengan hal itu. Gak ada yang bisa menjadi inti cerita ini sebenarnya, hanya keingintahuan membuat sebuah catatan harian yang bisa menjadi catatan hidup. Bukan sekedar catatan kaki.